John Doe

Engineer

Developer

Freelancer

Coder

I'm John Doe,
Web Designer & Web Developer
from United States, California.

I have rich experience in web site design & building and customization. Also I am good at html, css, javascript, wordpress, php, jquery, bootstrap. I love to talk with you about our unique approach. Feel free to contact me writing an email with your project idea.

What I Do
UI/UX Design

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam.

Brand Identity

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam.

Web Design

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam.

Mobile Apps

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam.

Analytics

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam.

Photography

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam.

Recent Works

Kukira Emas, Ternyata Hanya Kotoran Manusia

 

Oleh: Akbar Pelayati (Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Makassar )

Curhatan Mahasiksa - Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat di tahun 2024-2025, kita tak bisa menghindari kenyataan bahwa dunia yang kita huni kini begitu terhubung, instan, dan didominasi oleh kecanggihan digital. Kehidupan yang dulu penuh dengan ritual-ritual perlahan tergantikan oleh kemudahan yang ditawarkan oleh perangkat pintar, media sosial, dan algoritma yang mengatur hampir semua aspek kehidupan kita. Dalam skenario ini, muncul sebuah perumpamaan menarik yang menggugah: "kotoran manusia yang berwarna emas." Sebuah simbol yang mengajak kita untuk menilai lebih dalam tentang dunia modern kita yang penuh kilau tetapi juga penuh pertanyaan.

Teknologi telah memberikan banyak kemudahan, terutama bagi generasi yang kini terlahir dengan akses internet yang hampir tanpa batas. Sebut saja generasi Z dan Alpha, yang meskipun terkadang dianggap lebih mudah terjebak dalam ketergantungan digital, juga memiliki potensi luar biasa dalam mengadaptasi teknologi untuk menciptakan perubahan. Namun, perumpamaan “kotoran manusia yang berwarna emas” juga mengingatkan kita pada hal-hal yang mungkin tersembunyi di balik kesenangan sementara tersebut: apakah kita, sebagai manusia, kehilangan sesuatu yang lebih dalam dalam proses adopsi teknologi ini?


Buku Strawberry Generation memberikan gambaran tajam tentang ketergantungan generasi muda terhadap dunia maya, yang berpotensi mengikis kemampuan mereka untuk membangun hubungan sosial yang lebih mendalam. Dalam dunia yang semakin dipenuhi oleh ruang virtual, interaksi langsung menjadi lebih jarang, dan seiring dengan itu, hubungan yang tulus dan bermakna bisa tergeser oleh pertemuan-pertemuan dangkal yang terjadi di layar ponsel. Hal ini memunculkan kekhawatiran, apakah teknologi membawa kita menuju kehidupan yang lebih baik atau justru menghilangkan esensi yang sebenarnya kita butuhkan: kedalaman, keterhubungan emosional, dan kerja keras yang memupuk kualitas hidup.

Namun, meski ada banyak kritik terhadap dampak negatif teknologi terhadap interaksi manusia dan kehidupan sosial, kita juga harus melihat peluang yang ditawarkan oleh generasi muda ini untuk menciptakan makna baru. Generasi Z dan Alpha, meskipun sering disalahpahami, juga adalah pelopor dalam berbagai perubahan besar. Mereka lebih sadar akan isu-isu sosial dan lingkungan, lebih terbuka terhadap keragaman, dan lebih mampu mengadaptasi teknologi untuk memperbaiki kualitas hidup, bukan sekadar untuk kenyamanan. Mungkin saja, apa yang saat ini dipandang sebagai "kotoran" oleh sebagian orang, justru adalah bagian dari proses pemurnian yang memungkinkan dunia kita bergerak ke arah yang lebih inklusif, lebih berkelanjutan, dan lebih cerdas.

Dengan demikian, tantangan terbesar bagi generasi ini bukanlah semata-mata tentang apakah mereka harus memilih antara teknologi dan nilai-nilai tradisional, tetapi bagaimana mereka bisa menyeimbangkan keduanya. Mereka harus mampu mengintegrasikan inovasi dengan kedalaman emosional, teknologi dengan interaksi sosial yang lebih bermakna. Inilah yang akan menentukan apakah mereka bisa menciptakan masa depan yang bukan hanya cerah secara teknologi, tetapi juga kaya akan nilai-nilai manusiawi yang sejati.

Oleh karena itu, kita tidak seharusnya hanya khawatir tentang dampak negatif dari teknologi, tetapi lebih kepada bagaimana kita memberi ruang bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa mereka dapat lebih dari sekadar apa yang tampak di permukaan. Mereka memiliki potensi untuk mengubah "kotoran emas" ini menjadi sesuatu yang jauh lebih berharga: sebuah dunia yang terhubung, tetapi tetap memiliki kedalaman, hubungan yang tulus, dan kualitas hidup yang bermakna.

Perempuan dalam Bayang-Bayang Seksualitas

 


CURHATANMAHASIKSA- Pasang surut kajian feminisme tergantung dari mana referensi yang kamu terima atau dengan siapa kamu mengelolah paradigma tersebut. Akan tetapi akan lebih menarik jika kita betul-betul memahami apa sebenarnya yang menjadi poin utama dari lahirnya gerakan tersebut.


Sejauh ini sebagian dari kita memahami bahwa konstruk sosial yang melahirkan atau membangkitkan kesadaran kita bahwa telah terjadi pembantaian sosial yang membatasi ruang gerak perempuan secara berkala dan itu mengakibatkan kerugian yang berjangka panjang.


Di indonesia tentunya kita tidak asing lagi dengan sosok perempuan yang melahirkan pemikiran yang luar biasa sangat besar dampaknya bagi kita semua yaitu R.A Kartini. Yang dapat kita semua rasakan hingga saat ini. Namun, apakah dengan begitu segala problematika yang kita alami sudah terselesaikan? Tentu banyak sekali bagian dari kehidupan kita sebagai perempuan yang masih terbatasi, seperti di ranah budaya, ekonomi, bahkan politik yang masih kita persoalkan. Maka dari itu perlu bagi kita untuk menuntaskan sebagian besar problem yang terjadi saat ini. Saya akan membahas sedikit mengenai bagaimana budaya mengkonstruk perempuan atau menjarah tubuh perempuan dalam karya Novel Haruki Murakami (Nowergian Wood).



Namun tetap menjadi perdebatan jika membahas persoalan tubuh perempuan dengan laki-laki, pasti akan menjadi topik yang panjang dari perbedaan sudut pandang bagaimana Haruki menggambarkan sosok perempuan dalam setiap karyanya.


Saya melihat dan merasakan langsung bagaimana sosok setiap tokoh perempuan yang ada dalam novel Nowergian Wood dijadikan sebagai objektivikasi seksual oleh Haruki Murakami.


Saya sepakat bahwa Haruki ingin menunjukkan langsung kepada kita gambaran seksualitas yang berbeda dari Novel tersebut. Bagaiamana sebenarnya seksualitas itu bekerja didalam kondisi mental yang tidak mendukung kita untuk bersosialisasi apalagi untuk melakukan hubungan seksual. Namun apakah itu dapat dibenarkan dalam setiap adegan seksual tanpa adanya consent dari salah satu pihak yang bahkan dalam keadaan jiwa yang masih memerlukan dukungan secara emosional.


Hanya saja saya tidak begitu sepakat dengan segala penggambaran tokoh perempuan yang dibangun oleh Haruki dalam setiap karya Novelnya, yang menjadikan setiap perempuan sebagai subjek seksual bagi setiap laki-laki yang ada dalam tokoh tersebut. Seakan-akan penggiringan konteks mengenai interaksi antara laki-laki dan perempuan hanya sebatas hubungan seksual saja tanpa adanya perantara yang lain.


Buku ini memang sangat menakjubkan dan pastinya membuat para pembaca mendapatkan kenikmatannya sendiri dalam setiap moment yang ditunjukkan oleh Nowergian Wood. Namun kekeliruaanya adalah bagaiaman ia membangun interaksi tersebut membuat saya begitu jengkel terkait bagaimana tokoh setiap perempuan dalam karya tersebut.


Saya sangat merasakan kekeliruan tersebut dengan bagaimana salah satu tokoh utama dalam Novel ini dibantai dalam keadaan emosional yang tidak begitu mendukung, namun harus dihadapkan dengan alur cerita yang membangun interaksi sosial yang bagi penulis inilah interaksi perempuan dan laki-laki yang seharusnya.


Saya hanya fokus mengkritik interaksi laki-laki dan perempuan, walaupun banyak hal yang perlu kita bahas dengan bagaiaman sisi gelap kehidupan yang dijalani setiap tokoh. Menjadikan ini hal yang sangat penting bagi kita yang sangat amat kurang memahami interaksi tersebut. Dengan ini saya sangat berharap bagaimana kita bisa lebih menghargai hal tersebut.


Alangkah kelirunya jika kita hanya memahami peradaban sejarah laki-laki dan perempuan hanya sebatas interaksi yang timpang yang terjadi diperadaban saat ini. Dengan begitu kita harus membuka lebar mata kita dalam setiap kehadiran perempuan baik dalam karya sastra, ekonomi dan politik. Dengan mengesampingkan egoentrik masing-masing individu yang ingin terlihat lebih dominan. Setiap manusia memiliki porsinya masing-masing dalam diri yang hanya diraih atau mampu diasah dengan memberikan kesempatan dalam artian memberi ruang untuk menunjukkan hal tersebut tanpa adanya batasan hanya karena dia perempuan.


Jadi, saya hanya ingin menyampaikan keterbelakangan kita dalam hal memahami perjuangan yan dilakukan oleh teman-teman Feminisme mengenai betapa pentingnya kehadiran Perempuan dalam setiap keterlibatannya di dunia social yang setiap hari kita tidak pernah terlepas oleh hal tersebut.


Saya mendiskusikan novel ini dengan beberpa teman saya yang telah membacanya, kita paham bagaimana laki-laki dan Perempuan memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal-hal yang urgent untuk membahas persoalan yang mengglobal yang tidak pernah ada habisnya kita bahas ketika masih terjadi ketimpangan hubugan. Dan ya, memang tidak begitu mengejutkan mengenai kesimpulan yang dikatakan oleh rekan saya, bahwasanya ya begitu memang adanya antara laki-laki dan perempuan dalam membangun peradaban. Dan bukan persoalan yang amat sangat mengejutkan jika perempuan dijadikan sebagai objek seksual.


Namun hal ini menjadikan saya begitu bersemangat untuk membahas Novel tersebut karena penggambaran Haruki mengenai setiap tokoh yang ada dalam karyanya. Apalagi kesimpulan yang telah diberikan oleh rekan saya mengenai Novel tersebut. Seoalah-olah peradaban akan terhenti jika seksualitas tidak terjadi antara interaksi laki-laki dan perempuan terhenti.


Saya tidak mengatakan bahwasanya seksualitas tidak baik untuk kesehatan, namun saya hanya tidak menyukai jika pemaknaan interaksi harus melibatkan seksualitas. Jika teman-teman telah selesai membaca Novel tersebut, saya berkenan untuk berdialektika dengan pemahaman atau kesimpulan yang teman-teman dapatkan dalam karya Haruki Murakami- Norwegian Wood. Selamat membaca.

Indonesia di Tengah Badai Demokrasi: Membaca Gagasan Demokrasi Deliberatif Ala Jurgen Habermas

 

                              

Skandal di UINAM: Rekaman Percakapan Anggota LPP FUF Bocor, Diduga Manipulasi Berkas Kandidat

 


GOWA, CURHMAH - Beredar unggahan berupa Instagram Story melalui akun  @aku_uinam yang membahas adanya penandatangan berkas dari salah satu pendaftar bakal calon ketua Himpunan Program Studi (HMPS) IQT UINAM yang dilakukan oleh pihak Lembaga Penyelenggara Pemilihan (LPP) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar (UINAM) periode 2024, pada Minggu (7/10/23).


Tampak pada rekaman itu, yang sampulnya bertuliskan: “ADA APA DENGAN LPP FUF UINAM? (TERDUGA MELOLOSKAN SALAH SATU BERKAS KANDIDAT HMPS IQT UINAM!)” terdengar suara oknum LPP-FUF UINAM membicarakan tentang penandatangan berkas salah satu kandidat dari HMPS IQT-FUF.


“Berkasnya Mijung sebenarnya juga tidak lengkap, ketua LPP yang tidak konfirmasi ke saya berdua. Dia tandatangani berkasnya mijung. Karena pepetmi jadi dia parafki cepat anunya Mijung,“ kata salah satu oknum LPP pada rekeman tersebut.


Menanggapi rekaman itu, Mid Formatur HMPS IQT-FUF UINAM, Ikhsan Mubarak menyampaikan ternyata pihak LPP-FUF UINAM bagaikan Tim Sukses yang telah menyalahgunakan jabatannya dengan menghalalkan segala cara guna meloloskan berkas yang mestinya cacat secara prosedural yang telah ditetapkan.


“Itu bagian dari kecurangan yang nyata. Pihak LPP-FUF tak ada bedanya seperti Tim Sukses yang mendukung satu pihak kandidat dan parahnya mereka menghalalkan segala cara untuk meloloskan berkas pihak tertentu. Tentu hal ini sangat disayangkan, karena merusak iklim demokrasi kemahasiswaan di kampus UINAM, terutama fakultas FUF tersendiri,“ tuturnya.


Lebih lanjut, dirinya juga menyebutkan semasa pada tahapan pengunguman kelulusan verivikasi berkas. Berkasnya hampir tak diluluskan hanya karena persoalan stempel, namun ternyata lawannya yang sekarang terpilih menjadi Formatur HMPS IQT UINAM 2023 berkasnya jauh lebih parah kecacatannya.


“Waktu tahapan pengunguman, hanya berkas saya yang dipermasalahkan sebagai pendaftar dari bakal calon HMPS IQT hanya perihal satu pernyataan yang tidak ter-stempel. Itupun, karena di peraturan yang disebarluaskan oleh pihak LPP sendiri tidak ada kejelasan mengenai hal demikian.”


“Namun tenyata, berkas dari lawan saya sangat parah cacatnya, yakni saudara Miftahul Jannah. Dan anehnya, berkasnya tak di permasalahkan sedikitpun oleh pihak LPP waktu itu. Maka demikian, dengan bukti rekaman ini menegaskan pihak LPP secara nyata dan bukan sekedar asumsi dengan jelas melakukan tindak kecurangan,“ ungkapnya sosok yang akrab dengan sapaan Ikhsan.


Dengan kejadian tersebut, dirinya menyampaikan harapannya serta menegaskan akan menindaklanjuti secara tuntas atas kecurangan yang telah dilakukan oleh pihak LPP-FUF UINAM.


“Dengan segala kecurangan yang telah terjadi, pihak kami akan mengusut kasus ini sampai tuntas. Tentunya, saya juga berharap, agar jurusan yang berada di naungan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat dapat berkolaborasi membantu kami untuk menuntuskan kasus kecurangan demikian,“ tegasnya.


Editor : Apey


Renaissance 2021: Sosok Pemimpin Baru Terpilih? Ini Dia 5 Bakal Calon Ketua HMPS AFI UINAM!

 

Bakal Calon Ketua Umum HMPS AFI 2024-2025

CURHATAN MAHASIKSA - Renaiisance, mahasiswa Aqidah & Filsafat Islam (AFI) angkatan 2021, resmi menentukan bakal calon ketua HMPS Aqidah & Filsafat Islam Uinam untuk periode 2024-2025 pada Jumat, 8 Desember 2023. Proses penetapan calon tersebut berlangsung di pelataran Royal Mart Samata. 


Rapat angkatan yang membahas pemilihan ini secara resmi menetapkan lima kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi ketua HMPS AFI, yakni Dadi, Rahmat Hidayat Ilham, Andi Muhammad Ilham Noer, Muh Albadri, dan Nasrullah.


Dalam suasana yang penuh semangat akademik, para anggota Renaiisance mengambil keputusan secara bulat dan tegas dalam rapat tersebut. T dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa keputusan ini tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun dengan cara apapun. Ucapannya yang tegas menciptakan atmosfer yang menekankan pentingnya keputusan ini sebagai hasil kesepakatan kolektif, serta mengajak anggota untuk tidak ragu dalam menyuarakan penolakan sebelum terjebak dalam penindasan gaya baru. 


Rapat tersebut menjadi wadah yang sarat dengan semangat akademik tinggi, di mana keputusan dibuat dengan pertimbangan matang. Dengan demikian, mahasiswa AFI angkatan 2021 secara bersama-sama mengukuhkan komitmen mereka terhadap demokrasi dan integritas dalam proses pemilihan kepemimpinan kampus.



Editor : Obet 

Implementasi Ideologi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Indonesia: Tantangan dan Refleksi

Foto Penulis 


 *Oleh : Akbar Pelayati, Mahasiswa Aqiqah Filsafat Islam, UIN Alauddin Makassar.

CURHATAN MAHASIKSA - Pancasila, sebagai pilar ideologi Indonesia, mencerminkan visi kebangsaan yang didasarkan pada lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Meski Pancasila telah menjadi panduan bagi masyarakat Indonesia, terdapat keraguan dan tantangan dalam implementasinya.


Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai sila pertama, seringkali hanya tercermin dalam retorika. Meskipun banyak yang mengaku bertuhan, partisipasi dalam kegiatan keagamaan menunjukkan kesenjangan yang patut diperhatikan. Masjid yang sepi di hari Jumat dan gereja yang sunyi di hari Minggu menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana nilai keagamaan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sebagai sila kedua, seolah-olah menjadi klise tanpa implementasi konkret. Tampaknya masih banyak masyarakat yang belum mampu memanusiakan sesama, menggugah pertanyaan serius terkait kesetaraan dan perlakuan adil di berbagai lapisan masyarakat. Isu-isu seperti kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan diskriminasi perlu menjadi fokus perhatian untuk menjembatani kesenjangan ini.
Persatuan Indonesia, sebagai sila ketiga, diuji oleh konflik suku dan agama di beberapa daerah. Coretan rasis di dinding di Makassar menggarisbawahi perlunya upaya lebih besar untuk memperkuat persatuan dan meredakan potensi konflik. Peran pemerintah dan masyarakat dalam mendukung keragaman dan toleransi menjadi kunci penting dalam menjaga keutuhan bangsa.


Gambar : Coretan Rasis di Tembok Kota Makassar 


Permusyawaratan Perwakilan, sebagai sila keempat, menjadi tanda tanya terkait kinerja sistem demokrasi. Tuntutan untuk mendengarkan aspirasi rakyat seringkali dihadapkan pada kenyataan politik yang kompleks. Perlu adanya reformasi dan peningkatan partisipasi masyarakat agar perwakilan rakyat benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat.


Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sebagai sila kelima, belum sepenuhnya terwujud. Ketidakmerataan dalam akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi menjadi indikator bahwa perjuangan untuk mencapai keadilan sosial masih panjang. Perlu adanya kebijakan yang mendukung distribusi sumber daya secara merata untuk mengatasi ketidaksetaraan.


Kesimpulannya, implementasi Pancasila sebagai ideologi dasar Indonesia belum sepenuhnya mencapai potensinya. Tantangan dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari memerlukan refleksi mendalam dan tindakan nyata. Penguatan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial harus menjadi komitmen bersama. Hanya dengan upaya bersama, Indonesia dapat menjalani perjalanan menuju cita-cita luhur yang diamanatkan oleh Pancasila.


Penulis : Akbar Pelayati 

Meninjau Ulang Esensi Realitas Postmodernisme Bersama Fredic Jameson

 

Gambar : Postmodernism 

*Oleh : Yusuf Kasim BakriMahasiswa UIN Alauddin Makassar.

CURHATAN MAHASIKSA - Pada awal tahun 1960-an, terdapat struktur masyarakat baru yang disebut sebagai “masyarakat post-industrial” (Daniel Bell), atau “masyarakat konsumen”, “masyarakat media”, “masyarakat informasi”, “masyarakat elektronik”, dan lainnya. Fenomena lahirnya realitas baru ini kemudian berkembang dan dikenal sebagai era postmodernisme.


Banyak orang yang beranggapan bahwa postmodernisme adalah penyempurna dari modernisme yang dianggap tidak berhasil mengangkat martabat manusia modern. Namun, sebagian yang lain berpendapat bahwa postmodernisme adalah paradoks kontras yang berseberangan dengan modernisme. Pendapat ini juga disampaikan oleh seorang kritikus budaya paling penting yang bernama Fredric Jameson.


Fredric Jameson dalam bukunya “Postmodernism or, The Cultural Logic of Late Capitalism” (1991) menjelaskan wacana postmodernisme dalam kebudayaan, dengan memaparkan beberapa elemen-elemen postmodernisme sebagai berikut:


1. Munculnya Distorsi Realitas di Media Sosial


Gambar : Distorsi Realitas di Media Sosial

Menurut Jameson, salah satu gejala postmodernisme adalah ditandai oleh kepura-puraan atau biasa disebut sebagai ”the waning of affect”. Gejala tersebut memberikan banyak sekali perubahan mendasar, baik perubahan dalam dunia objek (munculnya simulakrum), maupun perubahan dalam dunia subjek. Perubahan dalam dunia subjek yang dimaksud di sini adalah hilangnya eksistensi subjek individu yang memiliki ekspresi atau style yang unik dan personal serta keotentikan perasaan individual. Subjek individu di postmodernisme ini cenderung telah terfragmentasi, terbelah-belah hingga ke ranah emosi pribadi (Jameson, 1991: 10-11).



Contoh yang menarik dalam konteks sekarang ini adalah kasus komodifikasi sosok selebgram melalui pembentukan branding diri di media sosial Instagram. Menurut Jameson konstruksi semacam itu sebenarnya adalah tontonan belaka (spectacle) dan belum tentu merepresentasikan kepribadian asli selebgram tersebut. Akibatnya, fenomena ini menyebabkan munculnya euforia yang aneh ketika tubuh berhubungan dengan media elektronik, seperti adanya kepura-puraan atau pencitraan dalam diri tiap individu ketika di media sosial. Distorsi realitas seperti itu tentu berpengaruh terhadap kesehatan mental, seperti terjadinya penolakan atas karakter yang sebenarnya dimiliki akibat terlalu sering menampilkan kepura-puraan di hadapan publik.


2. Hilangnya Kesejarahan


Gambar : Kesejarahan


Hingar bingar kemewahan postmodernisme ini juga mengancam hilangnya rasa sejarah yang semula eksis di masyarakat. Dalam sudut pandang Jameson, hal itu menyebabkan “kanibalisasi atau peniruan acak terhadap gaya masa lalu”. Pemahaman ini membawa kita pada konsep kunci dalam postmodernisme, yakni pastiche (Jameson, 1991: 67-97). Pastiche adalah praktek peniruan atau imitasi mentah-mentahan atas sesuatu yang asli tanpa maksud-maksud tersembunyi apapun, tanpa motif kritik maupun parodi (Sean Homer: 104). Munculnya fenomena pastiche ini merupakan gejala runtuhnya historisitas, suatu keterputusan dengan sejarah, dan sekaligus gejala ketidakmampuan kita merepresentasikan pengalaman kekinian kita sendiri (Jameson, 1991: 21).


Fenomena pastiche ini acap kali divisualisasikan dalam film-film kekinian yang cenderung menekankan citra buatan (image) dengan isi cerita yang dibuat seolah nyata. Padahal jenis konsumsi budaya semacam ini sama sekali tidak menunjuk pada realitas konteks yang sesungguhnya, melainkan hanya mengeksploitasi pencitraan dan stylization yang hampa makna, yang ditujukan untuk komodifikasi dan konsumsi semata. Akibatnya, masyarakat hanya dicekoki cerita-cerita imitasi hasil kreasi sehingga lupa pada sejarah-sejarah yang seharusnya eksis dalam dimensi sosial bermasyarakat.


3. Munculnya Temporalitas Paradoks


Gambar : Temporalitas Paradoks 

Jameson memakai istilah schizophrenia untuk menandai temporalitas posmodernisme. Konsep ini berarti bahwa masyarakat yang hidup di era postmodernisme ini cenderung mencari sesuatu yang baru dan berusaha mengkonsumsi hal yang terbaru terus menerus guna memenuhi selera dan keinginan mereka. Manusia postmodern terjebak dalam “kekinian”, dan dalam kondisi itu membuatnya ingin selalu memenuhi hasrat kebaruan dan up to date secara lebih intens.


Artian, dari paparan tersebut dapat diperlihatkan dengan jelas bagaimana ruang budaya global postmodernisme telah menyediakan jebakan dan mengkooptasi subjek individual. Oleh karenanya dalam konteks ini, Jameson menawarkan dua bentuk strategi resistensi budaya untuk melawan logika postmodernisme.


Pertama, strategi homeopathic, seperti misalnya membuat gangguan budaya, membuat praktek-praktek bermakna perlawanan, dan juga menolak nilai-nilai yang dikomodifikasikan. Kedua, strategi cognitive mapping, seperti mendorong individu dan masyarakat untuk menciptakan budaya politik baru dengan menyadari the truth of postmodernism. Jameson mengajak kita untuk mulai memahami positioning diri, memegang prinsip hidup dan tetap menjaga jati diri, agar tidak mudah terbawa oleh derasnya arus postmodernisme.



Penulis : Yusuf Kasim Bakri

Editor   : Akbar Pelayati 





Muh Fadil Terpilih Sebagai Formatur Ketum Kesatuan Mahasiswa Pinrang Koperti UIN Alauddin Makassar 2023-2024

 

Musyawarah Besar KMP UIN Alauddin Makassar

MAKASSAR, CURHATANMAHASIKSA - Kesatuan Mahasiswa Pinrang (KMP) UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) di Aula Pasar Sungguminasa pada tanggal 16 September 2023. Kegiatan dimulai pada pukul 23:00 dan dihadiri oleh sekitar 100 kader KMP.


Dalam kegiatan tersebut, Muh Fadil terpilih sebagai Formatur Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Pinrang UIN Alauddin Makassar periode 2023-2024. 




Muh Fadil mengatakan, "Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga KMP. Dengan terpilihnya saya sebagai Formatur, saya berjanji akan menjalankan tanggung jawab untuk membangun KMP menjadi lebih baik." Kata Fadil


Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 05:36 WITA. 




Reporter : Akbar Pelayati

Sirajuddin Thalib Terpilih Sebagai Formatur Ketua Umum HMI Komfak Ushuluddin dan Filsafat Cabang Makassar

 

Formatur HMI Komfak Ushuluddin dan Filsafat Cabang Makassar


MAKASSAR, CURHATAN MAHASIKSA -  Pada hari Sabtu, tanggal 9 September 2023,  HMI MPO (Himpunan Mahasiswa Islam) Komfak Ushuluddin dan Filsafat Cabang Makassar menggelar Rapat Anggota Komisariat (Rak) secara daring. 


Kegiatan yang dimulai tepat pukul 20.22 WITA tersebut melibatkan sejumlah pengurus dan anggota komisariat. Pada kegiatan tersebut, Sirajuddin Thalib terpilih sebagai Formatur Ketua Umum HMI MPO Komfak Ushuluddin dan Filsafat yang ke-tiga. 




Dalam sambutannya, Sirajuddin Thalib berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Cabang Makassar.


 

"Dengan terpilihnya saya sebagai Formatur, saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Komfak Ushuluddin dan Filsafat, dan saya berharap agar seluruh kader selalu mendukung dalam menghidupkan semangat Komfak Ushuluddin dan Filsafat," ujarnya. 


Kegiatan Rak daring tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan tekad kuat anggota HMI Komfak Ushuluddin dan Filsafat Cabang Makassar. Acara tersebut sukses berakhir pada pukul 22.01 pada hari Minggu, tanggal 10 September 2023. Semoga kegiatan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan organisasi ini di masa depan.

 

Reporter   : Akbar Pelayati

 

Pria Klaten Kembali Kerumah Usia 25 Tahun Kabur Karena Takut di Sunat

 

Pria kabur dari rumah karena takut di sunat.

CURHATANMAHASIKSA- Ibu Aminah (75) tidak menyangka kalau anaknya yang kabur selama 25 tahun bisa kembali ke rumah dengan keadaan baik-baik saja.


Selama hilang, ternyata keseharian anaknya (Agus) hanya meminta-minta dan tinggal  di salahsatu area pasar di Bantul Yogyakarta.


Alasan kabur Agus menurut kakaknya ia takut di sunat pada saat duduk di bangku kelas 2 SD.


Apakah sekarang Agus sudah berani di sunat ? 



Editor : Akbar

Seminar Proposal Mahasiswa di Hadiri oleh Rektor UINAM dan Bupati Gowa

 



Sempro Mahasiswa di Fakultas Ushuluddin
dan Filsafat UIN Alauddin Makassar


CURHATANMAHASIKSA - Sempro (Seminar Proposal) adalah salahsatu tahapan yang dilalui mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana.


Sempro biasanya di hadiri oleh teman-teman dekat, jurusan, keluarga. Kehadiran mereka tentunya untuk memberikan support atau hadiah.


Berbeda dengan salahsatu mahasiswa di fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Seminar proposal mahasiswa  tersebut bisa dikatakan unik karena di Hadiri boleh Bupati dan rektor.


Hal tersebut tentunya membuat iri mahasiswa yang lain. Karena seminar proposal nya dihadiri oleh orang nomor satu di Kabupaten Gowa yakni Adnan Purichta Ichsan (Bupati Gowa).


Entah apa hubungan mahasiswa tersebut dengan bupati ?. Banyak yang beranggapan bahwa mahasiswa tersebut adalah adik dari seorang bupati, banyak juga yang menduga bahwa hal tersebut adalah sebuah kebetulan.


Editor : Akbar Pelayati

Suka Duka Menjadi Mahasiswa Filsafat

 

Foto Penulis 

*Oleh Akbar Pelayati, Mahasiswa AFI UIN Alauddin Makassar.

CURHATANMAHASIKSA - Jurusan Aqidah Filsafat Islam (AFI) membuka pintu luas pada tiga ranah utama: Pemikiran Islam, Tassawuf, dan Filsafat Islam. Ketiga bidang ini menjadi landasan kokoh dalam mengembangkan studi Islam, menjadi alat analisis mendalam terhadap isu-isu keagamaan kontemporer, baik di skala lokal maupun global.


Bagi mahasiswa yang memilih jalur filsafat, jurusan ini bukan sekadar pilihan, melainkan suatu kebanggaan. Namun, ironisnya, banyak mahasiswa awalnya menapaki jurusan ini dengan keraguan dan harapan yang mungkin kurang positif. Sebagian besar dari mereka mungkin masuk ke filsafat bukan karena kesadaran penuh, melainkan karena salah paham atau mungkin karena takdir terakhir.


Awalnya, para mahasiswa ini mungkin mengalami kebingungan, menganggap diri tersesat di jalur yang salah. Filsafat mendapat stigma buruk di masyarakat, dianggap sebagai ilmu yang membingungkan, bisa menyebabkan ketidakwarasan, bahkan dikaitkan dengan ateisme. Kondisi ini membawa mereka pada pertimbangan serius: pindah jurusan atau bertahan.


Namun, perjalanan ini tidak berakhir tragis. Para dosen membimbing dan meyakinkan mahasiswa bahwa mereka sejatinya tersesat, tapi dalam arah yang benar. Filsafat bukanlah jalan yang mudah, dan tidak semua orang cukup beruntung untuk menjalaninya. Dalam proses ini, mahasiswa belajar untuk bertahan dan menemukan nilai sejati dari ilmu filsafat.


Filsafat, meskipun awalnya dianggap kontroversial, ternyata mendapatkan reputasi yang sangat dihormati di kalangan mahasiswa dari jurusan lain. Mereka melihat mahasiswa filsafat sebagai individu dengan argumentasi dan pandangan yang kuat. Seiring waktu, nama Filsafat menjadi suatu kebanggaan, membuktikan bahwa memilih jalur intelektual yang sulit bisa menjadi langkah yang benar dan bermakna.



Penulis    : Akbar Pelayati

Editor      : Redaksi

Polisi Belum Ungkap Penyebab Meninggalnya Mahasiswa Unhas Saat Diksar Mapala

 

Mahasiswa Unhas Tewas Saat DIksar

CURHATANMAHASIKSA - Penyebab meninggalnya Virendy M (19) saat mengikuti diksar Mapala Unhas di Maros belum terungkap. Polisi belum menyimpukan penyebab kematian Virendy.


"Masih dalam proses penyelidikan" ucap Kasat Reskrim Polres Maris, Slamet saat di konfirmasi Senin, 23/1/2023.


Para panitia pelaksana sudah dipanggil. Panitia dan peserta kurang lebih 10 orang. Masih proses penyelidikan. Keterangan tidak bisa kami berikan tambahannya.


Sejauh ini, penyedik Satreskrim Polres Maros, telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini, yakni panitia diksar Mapala Unhas.


Editor    : Akbar 

Unik Universitas di Jepang Izinkan Mahasiswa Menggunakan Kostum Bebas Saat Wisuda

 

Potret Mahasiswa Wisuda Menggunakan
Kostum Spaiderman

CURHATANMAHASIKSA -   Wisuda merupakan salah-satu acara yang formal. Biasanya, mahasiswa diwajibkan untuk berpakaian sopan dan rapih, umumnya memakai jubah kelulusan.


Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan salah-satu universitas yang ada di jepang.


Pasalnya, Universitas Kyoto mengizinkan mahasiswa berpakaian unik di momen wisudah, 


Para mahasiswa yang wisuda terlihat memakai kostum unik, mulai pengantin hingga alien.


24/1/2023, Univesitas Kyoto resmi mengeluarkan trobosan terbaru, apakah hal tersebut nantinya akan ditiru oleh mahasiswa (i) indonesia.


Editor    : Akbar Pelayati


Mayat Pemilik Kos di Makassar Ditemukan Membusuk.

Penemuan Mayat Pemiliki Kos di Makassar.

MAKASSAR, CURHATANMAHASIKSA - Penemuan mayat seorang diduga  pemilik kos bernama Andi Anto  di Makassar, Sulawesi Selatan ditemukan tewas membusuk di dalam kamar miliknya. Hal tersebut terungkap setelah penghuni kos ingin membayar sewa kepada korban.


Mayat pria itu ditemukan di kamar kosnya di Jalan Malengkeri Raya, Kecamatan Tamalate, Minggu (22/1) sekitar pukul 01.30 Wita. Korban pertama kali ditemukan oleh dua orang penghuni kosnya.


 "Saat itu (saksi) ingin bayar iuran (sewa) kosnya," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando saat dikonfirmasi , Selasa (24/1/2023).


Lando menuturkan, saat itu penghuni kos, Sarah (23) mencari korban untuk membayar sewa kosnya. Ia pun menanyakan keberadaan korban ke penghuni kos lainnya, Yuli (24).


Editor    : Akbar Pelayati



Contact Me

GilaBola+

recent

Pilpres 2019+

Latest Posts

detikNews

Berita Utama

SUBSCRIBE

SUBSCRIBE

Kategori Berita

Instagram

About News16

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem. Pellentesque eu interdum ex, tempus volutpat massa.

JSON Variables

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook

Slider

Search This Blog

Ads 970x90

Find Us On Facebook

Home Ads

Press

Sports

sponsor

Business

Life & style

Games

Fashion

Technology

Video Of Day

Recent posts

Mahasiswa

Labels




sponsor

sponsor

About Us

Terimakasih telah berkunjung ke halam blog ini, jangan lupa menulis hari ini. Kirim tulisan (curhatan) kalian ke email barkara.03@gmail.com

Facebook

Berita Pilihan

Author

Recent Posts

Pages

Iklan Kiri

Like us on Facebook

Flickr Imags

Popular Posts

iklan banner

Newsletter

Ad 728x90

Adress/Street

12 Street West Victoria 1234 Australia

Phone number

+(12) 3456 789

Website

www.johnsmith.com